PENJAGAAN
batin dan lahir ada pada manusia. sejak lahir manusia pada masa bayi telah diberikan anugrah mampu berbicara, mendengar, dan melihat. secara batiniah seorang yang lahir pasti berdzikir pada Zat yang menciptakannya. Hal ini terjadi karena bayi itu masih suci yang tidak mengenal kemaksiatan, dosa, keburukan, serta hal negatif karena memanglah suci.
Demikian pula dengan makhluk ALLAH SWT semuanya berdzikir meliputi yang hidup maupun benda mati layaknya (pohon, gunung, bahkan bumipun berdzikir jikalau tidak maka tidak diragukan lagi gunung akan hancur, pohonpun akan rusak, bahkan bumipun akan hancur) kekuatan berdzikir tuh pengingat kepada Zat yang telah menciptakan semua alam semesta beserta isinya yakni ALLAH SWT.
Maka dari itu manusia yang memiliki kekuatan batin dan lahir sudah pasti ada yang menjaga. Batin yang terletak pada setiap hati insan manusia kalau tidak disirami dengan asama ALLAH SWT pastilah hati tu buta, kalau sudah buta maka setan akan memanipulasi atau membuat angan-angan yang nikmat sehingga manusia terlena akan impian yang tidak dilakukan dengan kerja keras. Terbuai oleh angan-angan itu enak namun itu hanya imajinasi sesaaat yang dapat menghancurkan lahiriah kita.
Misal ketika seseorang pengangguran memiliki semangat untuk kerja rendah ketika dikelabui oleh kenikmatan angan-angan akibat dari hati yang enggan mengingat ALLAH SWT maka setanpun menciptakan perasaan aman dan nyaman dalam mimpi-mimpinya.
Setan terus dan terus menyelipkan angan-angan kepada seseorang sehingga manusia tersebut hanya diam dan ketika akan mewujudkan impian dalam angan-angan ia dihasut oleh setan agar ragu-ragu untuk melangkah. sehingga berakibat lahiriahnya menjadi malas, kurang bertenaga, ngantukan, tidak bersemangat yang berakibat pula pada kesehatan lahiriahnya.
Tentu itu akan mempengaruhi tingkat keikutsertaan dalam ibadah kepada ALLAH SWT yang meliputi sholat. maka dari itu untuk menyerahkan hidup dan mati kita kepada-Nya sesuai dengan bacaaan di waktu sholat setelah takbir dengan membaca doa iftitah
“Allah Maha Besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Ku hadapkan muka dan hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.”
maka dari itulah tentu kita wajib menjaga batiniah dan lahiriah agar senantiasa bermunajah hanya kepada-Nya karena ALLAH SWT lah penjaga kita. Keep – Istiqomah.
Demikian pula dengan makhluk ALLAH SWT semuanya berdzikir meliputi yang hidup maupun benda mati layaknya (pohon, gunung, bahkan bumipun berdzikir jikalau tidak maka tidak diragukan lagi gunung akan hancur, pohonpun akan rusak, bahkan bumipun akan hancur) kekuatan berdzikir tuh pengingat kepada Zat yang telah menciptakan semua alam semesta beserta isinya yakni ALLAH SWT.
Maka dari itu manusia yang memiliki kekuatan batin dan lahir sudah pasti ada yang menjaga. Batin yang terletak pada setiap hati insan manusia kalau tidak disirami dengan asama ALLAH SWT pastilah hati tu buta, kalau sudah buta maka setan akan memanipulasi atau membuat angan-angan yang nikmat sehingga manusia terlena akan impian yang tidak dilakukan dengan kerja keras. Terbuai oleh angan-angan itu enak namun itu hanya imajinasi sesaaat yang dapat menghancurkan lahiriah kita.
Misal ketika seseorang pengangguran memiliki semangat untuk kerja rendah ketika dikelabui oleh kenikmatan angan-angan akibat dari hati yang enggan mengingat ALLAH SWT maka setanpun menciptakan perasaan aman dan nyaman dalam mimpi-mimpinya.
Setan terus dan terus menyelipkan angan-angan kepada seseorang sehingga manusia tersebut hanya diam dan ketika akan mewujudkan impian dalam angan-angan ia dihasut oleh setan agar ragu-ragu untuk melangkah. sehingga berakibat lahiriahnya menjadi malas, kurang bertenaga, ngantukan, tidak bersemangat yang berakibat pula pada kesehatan lahiriahnya.
Tentu itu akan mempengaruhi tingkat keikutsertaan dalam ibadah kepada ALLAH SWT yang meliputi sholat. maka dari itu untuk menyerahkan hidup dan mati kita kepada-Nya sesuai dengan bacaaan di waktu sholat setelah takbir dengan membaca doa iftitah
“Allah Maha Besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Ku hadapkan muka dan hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.”
maka dari itulah tentu kita wajib menjaga batiniah dan lahiriah agar senantiasa bermunajah hanya kepada-Nya karena ALLAH SWT lah penjaga kita. Keep – Istiqomah.










